Rabu, 15 Desember 2010

MAKNA IKHLAS

“Ikhlas itu adalah salah satu rahasia KU, yang AKU titipkan dalam hati seorang hamba-KU yang aku cintai…”
Ikhlas itu berarti sholat, ibadah, hidup dan matinya hanya bagi Allah (Lillahi Ta’ala), tempatnya dalam hati, bukan di mulut. Jadi kalau orang menyatakan dirinya ikhlas, itu tandanya tidak ikhlas.
Ikhlas itu dari hamba untuk Allah, sedangkan ridlo itu adalah respon kerelaan hamba atas sesuatu yang ditentukan oleh Allah. Jadi kita jika ingin belajar ikhlas, katakan kepada diri kita sendiri, “Jiwa saya hanya untukMu Allah”, setiap hari. Dan Allah Ta’ala juga mengajari dalam doa iftitah setiap sholat kita, bukan?
Namun, kita akan sulit melaksanakan itu manakala, kita tidak membuang halangan dan hambatan ikhlas itu sendiri. Para Ulama Sufi menegaskan, hambatan ikhlas itu ada tiga:
1. Melihat dan mengingat-ingat amal baik dan ibadahnya.
2. Meminta ganti rugi kepada Allah.
3. Puas terhadap amal ibadah yang telah di lakukan.
Tiga hal itu jika muncul dalam diri kita, itu merupakan pertanda tidak ikhlas. Karena jangan pernah melihat amal perbuatan yang sudah kita lakukan.
Lupakan saja kebaikan kita pada Allah maupun pada makhlukNya. Begitu juga jangan minta ganti rugi atas amal ibadah kita, minta ganti rugi pahala, syurga dan keuntungan lainnya kepada Allah. Itu tandanya tidak ikhlas. juga jangan puas, jangan bangga, jangan merasa sudah final.
Buanglah semua itu, agar hati kita setiap hari selalu baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar